Minggu, 09 Juli 2017

Berhati-Hati Jarang Terdeteksi Tapi Tiba-tiba KANKER SERVIKS Sudah Stadium 4, Jangan Abaikan 7 Tanda Ini...

Bagi wanita salah satu momok terbesarnya adalah kanker serviks. Yap kanker ini sudah memakan banyak sekali korban, salah satunya adalah Julia Perez. Sebenarnya kanker ini bisa saja ditangani, tapi karena tidak tahu bahwa dirinya mengidap kanker, maka kanker tersebut akan semakin ganas.


Parahnya, hanya sedikit wanita yang mengetahui apa saja sih gejala dan tanda-tanda hingga orang tersebut mengidap kanker? Bahkan tiba-tiba langsung ke stadium 4? Inilah 7 tanda kanker serviks yang jarang diketahui, seperti yang dikutip dari siraman.


1. Penurunan Berat Badan
Hampir semua  jenis kanker dapat menurunkan berat badan Anda. Ketika leher rahim bengkak dan menekan perut, ini akan menyebabkan nafsu makan berkurang yang akhirnya mengakibatkan penurunan berat badan.

Beberapa penyebab kanker serviks antara lain:
- Merokok atau menjadi perokok pasif
- Gonta ganti pasangan
- Berhubungan intim tanpa perlindungan
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah.


2. Anemia
Kalau Anda menjalani diet namun tidak ada perubahan, tapi Anda sering merasa lelah atau jantung Anda berdetak lebih cepat setelah menjalani diet, biasanya wajah Anda akan terlihat pucat.
Kondisi ini merupakan hasil dari perdarahan abnormal yang dapat menyebabkan kanker serviks.


3. Kutil

Ginekolog Rosa Maria Leme, penampilan kutil (eksternal atau internal) dapat menjadi peringatan untuk beberapa penyakit, termasuk kanker serviks.
4. Keluarnya kotoran yang tidak biasa
Setelah itu kanker mulai tumbuh dalam serviks, se-sel pembagi rahim akan bebas dan menyebabkan sekresi berarir.


5. Nyeri terus-menerus pada kaki, pinggul atau punggung
Kalau serviks bengkak, hal itu akan mengganggu organ lain di sekitarnya. Vena juga ikut terkena dampaknya yang mengakibatkan darah sulit mengalir ke panggul dan kaki, yang pada akhirnya menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit di kaki.


6. Nyeri atau perdarahan
Penyebaran kanker serviks yang terjadi di leher rahim bisa membuatnya kering dan menyebabkan perdarahan serta nyeri. Rektum atau kandum kemih Anda juga bisa mengalami perdarahan.
Jika Anda mengalami pendarahan di luar periode menstruasi, Anda harus segera memeriksakan diri.



7.Masalah kemih
Begitu serviks berkembang menjadi lebih besar, kandung kemih dan ginjal akan tertekan yang dapat mengganggu masuknya urine. Hal ini bisa menyebabkan sakit saat buang air kecil atau kontaminasi saluran kemih.

Nah, jika anda merasa mengalami 7 tanda diatas, maka sebaiknya periksakan diri anda sebelum bertambah parah, bahkan sampai stadium 4.

sumber : sumber : https://1-pedia.blogspot.co.id/2017/06/berhati-hati-jarang-terdeteksi-tapi.html

Wahai Para Ukhti Kalian Mau Jadi Calon Istri Idaman? Jangan Lupa Tanamkan 3 Kriteria Ini Ya... No. 2 Sangat Tak Disangka...

Wanita mana sih yang gak mau jadi istri idaman bagi suaminya? Setiap lelaki, pasti memiliki pandangan tersendiri bagaimana sosok istri yang sempurna itu. Menjadi seorang istri idaman, tidak harus pintar, cantik, ataupun kaya. Tapi 3 kriteria ini harus ada dalam setiap diri wanita, karena 3 hal itulah yang sangat dibutuhkan oleh seorang lelaki untuk masa depannya begitu juga anaknya, seperti yang dikutip dari ruang muslimah



1. Taat Kepada Suami
Seorang gadis yang terbiasa taat pada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika sudah menikah nanti. Selama perintah suaminya adalah ma’ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.


2. Tak harus Cantik, Asal Bersih dan Enak Dipandang
Meski setiap wanita ingin cantik, tapi sebenarnya banya lelaki yang malah mencari wanita yang natural apa adanya. Buatlah suamimu agar merasa nyaman, tenang dan puas. Rasa lelah yang dirasakan suami setelah bekerja seharian sirna oleh sambutan sang istri. Dengan begitu suami tidak akan berbuat yang tidak-tidak ketika di luar rumah. Hal ini akan mudah dilakukan oleh wanita yang terbiasa bersikap manis dan murah senyum kepada orang tuanya.



3. Rasa Cinta
Kalau sudah cinta, pasti akan timbul rasa pasrah terhadap keduanya. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya
Kalau suami, saat di rumah, tidak mendapatkan istri yang bersikap manis, penuh kasih, bersih, senantiasa tersenyum memikat, perkataan indah, penuh cinta nan suci, akhlak islami serta sentuhan tangan yang penuh kasih sayang, maka di mana lagi dia bisa mendapatkannya?

Wanita salihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta’ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami.


sumber : https://9muslim-miracle.blogspot.com/2017/07/wahai-para-ukhti-kalian-mau-jadi-calon.html

Jumat, 30 Juni 2017

Harga Diri Laki-Laki adalah Bekerja, Itu Sudah Syarat Mutlak!

Harga Diri Laki-Laki adalah Bekerja, Itu Sudah Syarat Mutlak!
Laki-laki memang ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin, seorang imam. Paling tidak adalah imam bagi anak-anaknya dan istrinya.

Karena itu bagi laki-laki khususnya suami, jangan sampai anda tidak bekerja dan berpangku tangan terus-menerus.

"Tetaplah bekerja walaupun tidak punya pekerjaan tetap"

Terkadang "Rasa gengsi" dan "tidak mau memulai" itulah yang membuat laki-laki menganggur lama dan tidak bekerja. Jika direnungi sangat banyak pekerjaan yang bisa menghasilkan harta walaupun sedikit. Paling minimal bisa memberikan makan keluarga.

Misalnya
-Memulai bisnis sederhana menjual nasi kuning pagi-pagi pinggir jalan
-Memulai menjadi karyawan pembantu warung pinggir jalan
-Dan usaha lainnya dengan modal seadanya yang ada pada saat itu
Perhatikan hadits berikut, yaitu seorang yang bekerja seadanya mencari kayu di hutan kemudian menjualnya untuk penghidupannya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
ﻷَﻥْ ﻳَﺄْﺧُﺬَ ﺍََﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺍَﺣْﺒُﻠَﻪُ ﺛُﻢَّ ﻳَﺎْﺗِﻰ ﺍﻟْﺠَﺒَﻞَ ﻓَﻴَﺎْﺗِﻰَ ﺑِﺤُﺰْﻣَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺣَﻄَﺐٍ ﻋَﻠَﻰ ﻇَﻬْﺮِﺥِ ﻓَﻴَﺒِﻴْﻌَﻬَﺎ ﻓَﻴَﻜُﻒَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﺧَﻴْﺮٌﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺍَﻥْ ﻳَﺴْﺄَﻝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺍَﻋْﻄَﻮْﻩُ ﺍَﻭْ ﻣَﻨَﻌُﻮْﻩُ .

“Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”. [HR Bukhari, no. 1471]

Yang paling penting adalah tawakkal, sebagaimana tawakkal burung. Burung bergerak dahulu, keluar dahulu untuk mencari makan, padahal burung tidak tahu di mana makanannya, tetapi poinnya adalah: tetap bergerak dan tetap bekerja.

Bisa saja Allah akan bukakan pintu rezeki selanjutnya,


Misalnya:
-Warung nasi kuningnya berkembang pesat, punya nama dan punya banyak cabang dan berhasil

-Setelah menjadi karyawan warung, ia bisa mempelajari dan membuka warung sendiri kemudian berkembang san sukses dengan banyak cabang

Perhatikan bagaimana Nabi Dawud, seorang raja, akan tetapi makan dari hasil usahanya sendiri.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻛَﺎﻥَ ﺩَﺍﻭُﺩُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻻَﻳَﺄْﻛُﻞُ ﺍِﻻَّ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞِ ﻳَﺪَِْﻩِ .

“Nabi Daud tidaklah makan, melainkan dari hasil usahanya sendiri”.[HR Bukhari, no.2073]

Demikian juga nabi Zakaria yang seorang tukang kayu, meskipun beliau adalah Nabi dan memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah, beliau tidak malu menjadi tukang kayu

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻛَﺎﻥَ ﺯَﻛَﺮِﻳَّﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻧَﺠَّﺎﺭًﺍ .

“Nabi Zakaria Alaihissalam adalah seorang tukang kayu”.[HR Muslim, no. 2379; Ahmad II/296, 405, 485]

Jadi, jangan sampai kita hanya berpangku tangan saja, tidak mau bekerja hanya karena gengsi dan terlalu banyak rencana dan ingin kesempurnaan sehingga tidak mau memulai.








Impian Bukan Mendapat Anak yang Shalih? Pilih Saja Mulai Sekarang! Memangnya Bisa Ya?

Impian Bukan Mendapat Anak yang Shalih? Pilih Saja Mulai Sekarang! Memangnya Bisa Ya?
Bagaimanakah seseorang bisa mendapatkan anak yang shalih? Apa iya ada doa khusus atau waktu tertentu agar bisa tercapai?


Bagaimana mencetak anak shalih? Semua orang yang telah menikah dan memiliki anak pasti menginginkan anaknya jadi shalih dan bermanfaat untuk orang tua serta agamanya. Karena anak jadi penyebab bagi orang tua untuk terus mendapat manfaat lewat doa dan amalannya, walau orang tua telah tiada.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631).

Berarti keturunan atau anak yang shalih adalah harapan bagi setiap orang tua. Terutama ketika orang tua telah tiada, ia akan terus mendapatkan manfaat dari anaknya. Manfaatnya bukan hanya dari doa seperti tertera dalam hadits di atas. Manfaat yang orang tua perolah bisa pula dari amalan anak.

Dan ternyata semua itu berawal bukan sedari mendidik anak ketika telah lahir. Namun faktor utama adalah pada istri yang shalihah. Karena istri adalah madrasah awal di rumah. Kalau suami salah memilih atau membina istri menjadi baik, maka keadaan anakmu ikut serba salah. Kalau suami menyerahkan pada istri yang shalihah, anaknya jelas ikut shalih.

Karena yang sehari-hari bertemu dengan anak di rumah adalah ibunya. Makanya orang Arab mengatakan,
الأُمُّ هِيَ المدْرَسَةُ الأُوْلَى فِي حَيَاةِ كُلِّ إِنْسَانٍ

Ibu adalah sekolah pertama bagi kehidupan setiap insan.

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ

Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” (QS. Al-Baqarah: 221)

Kalau istri shalihah yang dipilih pasti akan mendapatkan keberuntungan. Karena,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”. (HR. Bukhari, no. 5090 dan Muslim, no. 1446; dari Abu Hurairah)


Istri juga harus baik akhlaknya dan benar-benar berpegang pada agamanya. Cobalah lihat penilaian kaum Maryam kepada Maryam ketika ia melahirkan Isa tanpa bapak,
يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.” (QS. Maryam: 28)

Maksud ayat tersebut adalah bapak Maryam itu adalah orang shalih, tak mungkin anaknya adalah orang yang berperilaku jelek. Ibunya pun wanita shalihah, tak mungkin anaknya menjadi wanita pelacur. Jadi awalnya dari orang tua, anak itu menjadi baik.

Bagi yang sudah terlanjur, tinggal memperbaiki diri. Moga dengan istri menjadi baik, keadaan anak pun menjadi baik. Namun sebenarnya bukan hanya dari istri, suami juga memegang peranan. Suami hendaklah yang baik. Sehingga keduanya akan mendapatkan anak yang shalih atau shalihah.

Karena hal yang paling penting ialah berdoa, serta tunjang dengan amal kebaikan sehingga anak yang shalih ataupun shalihah pun bisa dianugerahkan kepada calon ayah dan ibu. Wallahu a'lam








Kamis, 29 Juni 2017

Awas Dampak Mengerikan Berikan Angpau pada Anak yang Sering Disepelekan, Ternyata ini yang Terjadi..

Awas Dampak Mengerikan Angpau pada Anak yang Sering Disepelekan, Ternyata ini yang Terjadi.. 
Siapa sih yang tidak suka diberi angpau lebaran? Sepertinya hampir semua orang suka ya diberi angpau lebaran. Kalau saya sih langsung berteriak, “Saya suka! Saya Suka!”.


Di Indonesia, salah satu kegiatan yg dilakukan kaum muslim dalam merayakan Lebaran adalah dengan melakukan salam tempel, yakni memberikan amplop berisi uang dengan jumlah tertentu, yang dilakukan oleh orang yg lebih tua atau lebih mampu kepada orang yg lebih muda (mayoritas penerimanya anak2 berusia 6-12 tahun).

Pemberian amplop dilakukan pada saat anak-anak tersebut bersalaman kepada pihak yg lebih tua, pada saat si anak mengulurkan tangan maka pihak yg lebih tua menggenggam amplop dan menempelkannya ke tangan si anak disusul dengan diciumnya tangan orang yg lebih tua oleh si anak.

Oleh karena itulah, anak-anak bisa dikatakan orang paling bahagia dan mendadak kaya raya saat lebaran. lantas, Apakah keberadaan angpau lebaran patut diwaspadai? Ternyata selain harus waspada, orang tua juga harus cerdas dalam mengambil solusi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diwaspadai terkait angpau lebaran anak-anak beserta solusinya.

1. Kesalahan presepsi mengenai nilai mata uang


Bagi anak yang belum mengerti nilai uang, menghitung jumlah biasanya hanya dari banyak lembarannya saja. Uang 2 ribu sebanyak 5 lembar kan lebih banyak dari pada uang 10 ribu sebanyak 1 lembar. Jadi semakin tebal lembaran yang didapat bisa diartikan itu lebih banyak.

Hal seperti ini mungkin bisa dijadikan pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal nilai mata uang, terutama bagi anak usia TK. Sederhananya kita bisa membantu melalui warna mata uang dan angka atau gambar yang tertera pada uang.

2. Tingkat konsumerisme anak menjadi lebih tinggi.


Hal ini tidak dapat dihindari lagi karena uang yang diperoleh anak-anak jauh lebih besar dari uang jajan harian mereka. Alhasil anak-anak kalap dan ingin membeli segala rupa mulai dari makanan, mainan, bahkan mungkin dipakai untuk hal-hal yang bagi orang tua dianggap tidak penting. Anak-anak menganggap itu uang mereka ya bagaimana mereka.

Jika hal diatas terjadi, coba beri pengertian kepada anak mengenai skala prioritas, sifat hemat, aktivitas menabung serta  beramal. Dengan skala prioritas anak belajar memanfaatkan uang yang diperoleh untuk keperluan sangat penting terlebih dahulu. Jangan lupa bantu anak untuk menentukan hal apa yang termasuk keperluan sangat penting beserta budgetnya. Jika ada lebihnya arahkan anak untuk menabung dan beri pengertian bahwa tabungannya akan bermanfaat kelak. Jangan lupa juga untuk mengingatkan pentingnya beramal dan beri pengertian bahwa di dalam rezeki kita juga ada rezeki orang lain.

3. Terjadi kecemburuan antar satu anak dengan yang lainnya


Moment yang paling seru biasanya saat menghitung angpau lebaran yang didapat. Antara satu anak dengan yang lain saling membandingkan jumlahnya dan tak jarang  terjadi kecemburuan. Padahal perbedaan jumlah juga terkadang terpengaruh dari usia sang anak. Misalnya jumlah yang diberikan kepada anak SD lebih kecil dari yang diberikan kepada anak usia SMP. Maksudnya sih supaya adil, tapi anak-anak menangkapnya lain.

Solusinya adalah biasakan anak untuk mengetahui kebutuhan sesuai usianya. Anak usia SD keatas biasanya sudah bisa diberi pengertian. Pengertian ini sebaiknya disampaikan secara perlahan dan bertahap dan tidak hanya pada saat lebaran. Pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari akan terbawa pada saat suasana lebaran.

4. Anak menjadi penagih atau meminta


Karena kegiatan berbagi angpau lebaran ini pada umumnya dilakukan rutin setiap tahun, maka anak-anak yang pernah mendapatkan angpau lebaran di tahun sebelumnya berani menagih atau meminta angpau kepada orang yang tahun sebelumnya memberi mereka. Mungkin kita bisa saja memaklumi tingkah polah anak tersebut. Tapi akan lebih baik jika anak-anak diingatkan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Selain kurang sopan, anak-anak juga sebaiknya diberi pengertian bahwa kebiasaan meminta sebaiknya dihindari. Angpau lebaran adalah rezeki yang diperoleh dari Alloh melalui orang yang memiliki kelebihan rezeki. Kondisi tersebut tidak akan sama setiap tahunnya. Maka dari itu bersyukurlah jika mereka mendapatkannya dan jangan meminta atau menagih jika mereka tidak diberi.

5. Anak menjadi ketakutan uangnya hilang


Saking senangnya mendapatkan uang banyak dan banyak rencana yang mereka pikirkan mengenai penggunaan unag yang didapat, anak menjadi takut uangnya hilang atau berkurang. Bagi yang sudah mengerti nilai uang, kurang sedikit saja pasti mereka tahu. Sedangkan bagi yang belum mengerti nilai uang tapi sudah mengerti warna uang, hilangnya 1 warna uang pun mereka akan tahu. Tidak percaya? Nanti bisa dibuktikan sendiri ya.

Hal ini bisa diatasi dengan orang tua menawarkan bantuan sebagai agen penitipan uang. Yakinkan anak bahwa dengan dititipkan pada orang tua uang mereka aman. Selain membuat anak-anak tenang, orang tua juga bisa memantau arus keluar masuknya uang angpau lebaran.

6. Angpau lebaran dipakai oleh orang tua



Hal ini mungkin jarang terjadi… tapi dapat saja terjadi kan . Ada kalanya orang tua meminjam angpau lebaran yang dititip sang anak karena keperluan mendesak. Biasanya sih ya, kondisi uang yang masih baru, halus dan kinclong membuat orang tua tergoda untuk memakainnya terlebih dahulu untuk berbagi kepada anak lain.

Jika memang niatnya meminjam, tolong dikembalikan ya, mari menjadi orang tua yang amanah atas kepercayaan anak-anak kita.

Nah, itu dia beberapa serba-serbi tentang bahaya angpao yang sering tak diketahui oleh para orang tua. Pahami dengan bijak dan jangan sampai anak menjadi seperti hal di atas agar mereka mampu mengerti tentang bagaimana cara memegang dan mengelola uang dengan baik.